Sabtu, 09 Mei 2009

Dialog SMS dengan Evangelis(Penginjil)

Serial Dialog SMS
~Evangelis Awam vs Abdi Dalem~
Dialog ini diawali dari SMS dari Abdi Dalem yang mengucapkan Selamat Paskah kepada Evangelis yang kemudian berlanjut menjadi Dialog teologi ringan.

Abdi Dalem :
Mengucapkan Selamat Hari Paskah
(11-4-2009 1.20 pm)
“Selamat Hari Paskah, semoga darah suci Yesus mencuci kotoran-kotoran dunia hingga datang kerajaan yang dinantikan.Tuhan memberkati”

Evangelis Awam :
mengucapkan terima kasih tapi mempermasalahkan kata”Kotoran”dari Abdi Dalem yang menurutnya kurang diplomatis.
(11-4-2009 1.25 pm)
“Thank U ya..Tapi jangan bilang kotoranlah,kalimatnya kurang Diplomatis.Bilang aja dosa2 dan makin banyak jiwa2 yang dimenangkan,termasuk kamu..He..He..God bless u to..

Abdi Dalem :
mengatakan alasannya yang juga berasal dari salah seorang Pastor.
(11-4-2009 1.32 pm)
“Terinspirasi kayu laknat “kotor” yang digunakan penguasa Romawi pada waktu itu untuk menghukum Penjahat dengan dipaku,didera,dan dibiarkan sampai mati.”


Evangelis Awam :
Kayu hanya sebagai sebuah lambang.
(11-4-2009 2.28)
“Kayu itu memang lambang penyiksaan dan mengingatkan akan sebuah kekejian.Tapi yang lebih kotorkan orang yang menghukum dan dia tidak tahu apa yang sudah diperbuat.Kasian sih liat orang2 seperti itu.Jd kita jangan salah menentukan inspirasi.”

Abdi Dalem :
Laknat besar bagi si Jahat dan alat-alatnya.
(11-4-2009 2.25)
“Laknat besar bagi Penguasa Jahat dan kerugian besar bagi alat-alat yang digunakan termasuk kayu,paku,prajurit dll.”

Evangelis Awam :
Darah yang tertumpah di kayu bisa untuk membayar dosa-dosa manusia.
(11-4-2009 2.48 pm)
“Alat yang digunakan kan milik si Penghukum (si Jahat) tapi orang yang dihukum itu melihat alat itu sebagai lambang supaya mereka tidak akan pernah lupa akan pengorbanan yang sangat mulia itu,jadi harga yang dibayar bukan masalah alatnya bo…tapi darah yang tertumpah dikayu itu.”

Abdi Dalem :
Pengartian
(11-4-2009 3.05 pm)
“Pengartian itu ada dua secara empiris dan filosofis.syair tidak bisa diartkan secara harfiah(bahasa) saja,maknanya bisa lebih luas.”

Evangelis Awam :
Banyak orang yang memaknai sesuatu tapi tidak menjelajahi sehingga salah.
11-4-2009 3.10 pm)
”Tergantung orangnya sih bagaimana dia mengartikan itu.Makanya ada banyak orang yang mengartikan dan memaknainya tanpa mereka menjelajahinya sehingga salah mengartikan…Have a nice day.”

Abdi Dalem :
Penjelajahanpun harus mendalam
(11-4-2009 3.16 pm)
“Penjelajahanpun harus mendalam dan komprehensif.Jangan seperti Columbus yang mengira telah mendarat di Asia tapi ternyata masih di Amerika.”

Evangelis Awam :
Memaknai sesuatu itu bisa dengan bermacam-macam Roh.
(11-4-2009 3.20 pm)
“Memaknai sesuatu hal dengan menggunakan roh kebencian tidak akan menemukan arti yang sesungguhnya.Jadi tergantung kita menggunakan roh apa.Columbus mah menjelajah dunia,jadi hanya butuh peta.Penjelajahan yang disini kan beda,jadi butuh roh yang memimpin.Hanya kita juga harus mengenal Roh itu dengan bantuan doa.jangan samapai salah..Ia kan..ces..

Abdi Dalem :
Roh itu tetap dan tidak bisa memaknai ,tapi Roh bisa menemukan.
(11-4-2009 3.40 pm)
“Roh itu tetap sejak pertama kali ditiupkan ke Jasad (jadi Roh tidak bisa diganti-ganti .red).Roh tidak bisa memaknai Roh hanya menemukan jalan kebenaran dengan bantuan obor penerang.”

Evangelis Awam :
Mengakui kejahilannya
(11-4-2009 4.26 pm)
“ow..ya..maza zih..ko gua baru tahu ya..he..he..”

Abdi Dalem :
!!??!!?!!
TO BE CONTINUE……
Abdi Dalem ,di sebuah gubuk kecil dekat halte manusia.( 20-4-2009 12.38 pm)

Ke"pleset" Politik

(AbdiDalem 09.00 WIB 10-April-2009)
DPT
(Dagelan PoliTik)

Horas! Indonesia baru melampui titik awal pemilihan umum yang katanya “Pemilihan kedaulatan rakyat”berbagai masalah yang komplek yang menyertainyapun menjadi bahasan yang menarik di berbagaai forum diskusi warung kopi,mal-mal,kantor,dan rumah-rumah,Semua orang mengambil peran masing-masing ada yang menjadi “Ependi Ghazali”yang mewakili akademisi kritis dalam menaggapi berbagai isu, ada yang menjadi “SBY(Semar Bak hYang- “arti Semar bak dewa .ad”)” yang khas dengan statemen sok bijaksana Penguasa,ada yang menjadi “Ucup Keok (Nama aslinya Jusuf Keok .ad)” dengan lelucon-lelucon sindiran yang menggelitik kuping kaum dzalim berdasi,bahkan ada juga yang menjadi “Cak Gimin”yang mewakili penjual kopi sok idealis,materialistis ( memihak pada siapa yang memberi uang) sok kritis,sok intelektualis,pokoknya dengan ideologi apapun supaya dia diakui dan di terima dalam forum obrolan warung kopi.Si “Akedemisi” mengangkat isu masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) beserta data-data ilmiahnya ia mengatakan,’Ini masalah DPT harus kita kritisi apalagi data-data pemilih ini berasal dari Depdagri (Departemen Dagelan dalam Negeri yang di ketuai).” SBY(Semar Bak hYang) menimpali “Masalah DPT itu jangan terlalu kita eksploitasi marilah kita terima hasil-Pemilu ini dengan lapang dada selama ini saya perintah khan aman-aman saja.”si Ucup Kelik dengan ringan menambahi,”Maksud pak SBY kalo dia yang mimpin baru aman kroco-kroco PKB (Pedagang Kaki lima Bangsa yang menjual Cepu,Bintan,Kalimantan,Newmont,Freeport dengan harga grosir) kalo yang mimpin yang lain nggak aman thu kroco-kroco.” Cak Gimin sambil menyuguhkan kopi ke Badut-badut politik Oportunis yang dari tadi menyimak dengan seksama nyeletuk,”kalo yang mimpin pak SBY enak tiap satu bulan saya di gaji 100 ewu (100 ribu red.).”Si Akedemisi menyanggah,”eee tahu dari mana BLT itu diambil terus tujuan sebenarnya apa”Cak Gimin terdiam “Dana BLT itu diambil dari APBN yang akan lebih efektif jika digunakan untuk pengembangan UKM,Nelayan,Petani dan sector mikro lainnya .”.”terus tujuan pak SBY(Semar Bak hYang) apa?”celetuk salah satu orang dari kerumunan yang sejak dari tadi menyimak dengan serius.”Tujuannya adalah untuk menarik simpati rakyat kecil dengan gaya money politics halus ala Penguasa.” Jawab Ependi Ghazali